Foto: IG / Glen Matlock
Bassist legendaris Glen Matlock akhirnya angkat bicara mengenai komentar pedas mantan vokalis John Lydon yang menyebut formasi terbaru Sex Pistols sebagai “band tribute” tanpa dirinya. Dalam beberapa kesempatan terakhir, Lydon bahkan menyebut reuni Sex Pistols bersama vokalis baru Frank Carter sebagai “karaoke” dan “hampir terasa berniat jahat”. Pernyataan itu kembali memanaskan hubungan antara para personel lama band punk legendaris asal Inggris tersebut.
Komentar Glen Matlock muncul bersamaan dengan perilisan film dokumenter terbarunya berjudul I Was a Teenage Sex Pistol. Film yang disutradarai Andre Relis dan Nick Mead itu kini telah tersedia di Apple TV dan Prime Video. Dokumenter tersebut diadaptasi dari memoar Matlock tahun 1996 dengan judul yang sama, sekaligus menjadi sorotan baru terhadap kontribusinya dalam sejarah awal Sex Pistols yang selama ini kerap terlupakan.
Dalam film itu, Matlock tampil bersama sejumlah musisi dan sahabat dekatnya, termasuk Billy Idol, Blondie, Debbie Harry, Chris Stein, mendiang Clem Burke, hingga Gary Kemp dari Spandau Ballet. Dokumenter tersebut membahas bagaimana Matlock membantu membentuk fondasi musik punk Inggris sekaligus pengaruh besarnya terhadap perjalanan Sex Pistols di era 1970-an.
Glen Matlock diketahui ikut menulis 10 dari 12 lagu dalam album ikonik Never Mind the Bollocks, Here’s the Sex Pistols yang dirilis pada 1977. Meski begitu, namanya sering berada di bawah bayang-bayang sosok Sid Vicious yang memiliki citra liar dan kontroversial. Selama bertahun-tahun, reputasi Sid Vicious lebih banyak mendapat sorotan publik dibanding kontribusi musikal Matlock dalam membentuk identitas awal Sex Pistols.
Menanggapi tudingan Lydon, Matlock menegaskan bahwa para personel yang masih tampil saat ini tetap merupakan anggota asli Sex Pistols, sehingga ia tidak merasa kelompok tersebut pantas disebut sebagai band tribute. Ia juga menilai bahwa penampilan bersama Frank Carter membawa energi baru tanpa menghilangkan semangat punk klasik yang selama ini melekat pada nama Sex Pistols.
Meski hubungan antara Matlock dan Lydon sempat memanas selama bertahun-tahun, bassist itu tidak sepenuhnya menutup kemungkinan reuni dengan sang vokalis di masa depan. Namun, ia mengakui bahwa hal tersebut akan sangat bergantung pada situasi pribadi dan dinamika antaranggota band. Pernyataan itu memberi secercah harapan bagi penggemar yang masih ingin melihat formasi klasik Sex Pistols kembali tampil bersama suatu hari nanti.
Hingga kini, polemik antara John Lydon dan personel Sex Pistols lainnya masih menjadi perhatian besar di kalangan penggemar punk rock. Di satu sisi, Lydon merasa warisan band sedang disalahgunakan tanpa kehadirannya. Namun di sisi lain, Glen Matlock dan rekan-rekannya tampak tetap melanjutkan perjalanan mereka dengan keyakinan bahwa musik Sex Pistols masih relevan dan layak dimainkan untuk generasi baru.
Teks: El Flaco
Tinggalkan Komentar
Kirim Komentar